Kurikulum IK T.H.T.K.L UNAIR

Struktur  Kurikulum IK T.H.T.K.L Unair

Struktur  Kurikulum dan Beban Studi

Program Pendidikan Profesi Dokter Spesialis-1 Ilmu Kesehatan T.H.T.K.L dilaksanakan dalam 4 tahap, yaitu tahap prakualifikasi, kemampuan diagnostik, penatalaksanaan terapi, penatalaksanaan pasien secara terintegrasi.  Metode pembelajarana berupa:

  • Kajian kritis makalah-jurnal, tinjauan pustaka
  • Pembelajaran berdasarkan masalah
  • Evidence based medicine
  • Bedside teaching
  • Pengelolaan pasien poliklinik dan rawat
  • Tugas jaga malam
  • Diskusi dan laporan kasus
  • Penulisan makalah serta presentasi di forum nasional maupun international

 

Struktur dan komposisi pendidikan dikemas dalam kurikulum yang dijabarkan dalam modul dengan mengintegrasikan pengetahuan teori dan praktek.

Pendidikan dilakukan dalam 7-10 semester dan dicapai melalui empat tahap:

 

Tahap I (1Semester) : Pada tahap ini menentukan apakah PPDS mampu melanjutkan pendidikan dalam program pendidikan THT-KL. Bila peserta tidak lulus pada tahap I, diusahakan untuk disalurkan ke program studi lain yang sesuai melalui tim kordinasi PPDS Fakultas. Pada tahap ini diharapkan PPDS mencapai tujuan khusus diantaranya:

  1. Menguasaipengetahuan dasar kelainan dan penyakit THT-KL.
  2. Menguasai teori klinik umum dan keterampilan memeriksa, menentukan pengobatan dan menetapkan indikasi tindakan/operasi
  3. Memahami teknik, cara-cara mengatasi keadaan darurat dibidang THT-KL
  4. Memahami prinsip bedah umum, sterilisitas, persiapan pra bedah dan perawatan pasca bedah
  5. Memahami metodologi penelitian dasar

 

Tahap II (3-4Semester). Pada tahap ini diharapkan PPDS mencapai tujuan khusus diantaranya:

  1. Menguasai pengetahuan klinik khusus THT-KL
  2. Menguasai keterampilan, memeriksa dan mengobati penderita di poliklinik sub-bagian dan menentukan indikasi operasi
  3. Menguasai keterampilan, melakukan operasi ringan dan sedang sub bagian tersebut
  4. Mampu menyusun karangan ilmiah dari masalah yang ada di sub bagian, dengan pengalaman belajar yang diperoleh dari hasil tinjauan khusus serta mampu mempresentasikannya dibidang ilmiah
  5. Mengetahui teori dasar penelitian dan penulisan tesis.

 

Tahap III (2 Semester). Pada tahap ini diharapkan PPDS mencapai tujuan khusus diantaranya:

  1. Melakukan pelayanan THT-KL di Klinik
  2. Melakukan pendidikan untuk tingkat paramedik
  3. Mengetahui dan memahami teknik anastesi yang berhubungn dengan bidang THT-KL
  4. Mengetahui dan memahami hasil pemeriksaan radiologi yang berhubungan dengan bidang THT-KL
  5. Menyiapkan usulan penelitian

 

Tahap IV (1 Semester). Pada tahap ini diharapkan PPDS mencapai tujuan khusus diantaranya:

  1. Melakukan pelayanan kesehatan THT-KL serta pelayanan klinik khusus THT sosial
  2. Membantu pendidikan mahasiswa kedokteran S1
  3. Menyajikan tesis akhir

 

Evaluasi

 

Evaluasi dilakukan terhadap pencapaian tampilan professional (kemampuan/keterampilan professional) yang terdiri dari tiga bidang :

P: pengetahuan (bidang kognitif)

K: keterampilan (bidang psikomotor)

S: sikap (bidang afektif)

 

Evaluasi pendidikan dapat meliputi evaluasi program pendidikan (EPP) dan evaluasi hasil pembelajaran (EHP). Evaluasi program pendidikan dilakukan secara berkala oleh pengelola pendidikan. Dalam upaya inovasi pendidikan menuju lebih baik, maka komponen-komponen program yang meliputi Evaluasi Hail Pembelajaran, metoda Pembelajaran, Kinerja Tenaga Pengajar, sarana Penunjang dan pembiayaan harus dievaluasi. Proses pembelajaran bertujuan mengubah tingkat kemampuan peserta program dari tingkat tertentu ke tingkat yang lebih tinggi. Evaluasi pembelajaran ini merupakan sistematika proses pengumpulan, pengukuran, pengolahan dan penilaian akhir. Bentuk evaluasi dapat berupa uji tulis, uji praktek, dalam bentuk uji prosedur atau uji kasus, uji simulasi, presentasi kasus, penulisan karangan ilmiah, hasil penelitian, tesis dan observasi perilaku berkesinambungan.

 

Dalam menyusun instrument evaluasi harus diperhatikan factor validitas, reabilitas, objektifitas, relevansi bersifat komprehensif dan ekonomis praktis. Pelaksanaanya dilakukan oleh sub-bagian sebagi uji awal dan uji akhir, dan nilai harus dalam bentuk angka hasil penilaian ketiga ranah pendidikan. Pendidikan dokter spesialis THT-KL merupakan pendidikan profesi yang harus menggunakan criteria patokan. Bila kemampuan disalah satu bidang maka harus mengulang. Nilai batas lulus harus ditetapkan dalam rapat tindak lanjut evaluasi. Pada akhir pendidikan, dilakukan ujian nasional yang dilaksanakan oleh kolegium yang menjadi dasar evaluasi kompetensi bagi peserta didik.

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not spam in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty