Informasi Pendaftaran

Penerimaan peserta didik dilaksanakan serentak dengan Program studi Spesialis lain yang dikoordinir oleh Rektorat melalui Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB). Dalam satu tahun melaksanakan 2 kali penerimaan yaitu bulan Oktober untuk Perkuliahan per 1 Januari dan bulan Maret untuk Perkuliahan per 1 Juli.

Kriteria Penerimaan Peserta didik Baru PPDS K T.H.T.K.L FK UNAIR

  1. Lulus seleksi administrasi di tingkat Universitas Airlangga
  2. Lulus seleksi administrasi di tingkat Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
  3. Lulus ujian tulis, keterampilan dan wawancara di tingkat bagian IK T.H.T.K.L FK UNAIR

Tahap 1: Seleksi administrasi

Calon peserta didik membuka website Universitas Airlangga (http://ppmb.unair.ac.id/id/site/ppds) mengenai persyaratan dan jadwal pendaftaran.

Syarat untuk Calon PPDS Ilmu Kesehatan THT-KL sebagai berikut :

A. PERSYARATAN UMUM 2017

    1. Dokter Warga Negara Indonesia lulusan Program Studi Pendidikan Dokter /Fakultas Kedokteran (bagi lulusan tahun 2004 dan sesudahnya) yang terakreditasiA/Boleh BAN-PT.
    2. Dokter Warga Negara Indonesia lulusan dari Perguruan Tinggi /Institusi PTN/PTS di Indonesia yang terakreditasi BAN-PT (khusus bagi lulusan tahun 2015 dan sesudahnya).
  1. Khusus untuk Dokter Warga Negara Indonesia Lulusan Luar Negeri :
    1. Berasal dari prodi yang terakreditasi (sertifikat dari accreditation board)
    2. Memenuhi ketentuan KKI (program adaptasi, uji kompetensi, mendapat STR)
  2. Khusus untuk Dokter Warga Negara Asing :
    1. Mendapat rekomendasi dari KBRI dari negara asal mahasiswa
    2. Lulusan dari program studi yang terakreditasi (sertifikat dari accreditation board)
    3. Memiliki copy ijazah dan transkrip akademik yang setara (dalam Bahasa Inggris)
    4. Calon mahasiswa yang diterima akan mendapatkan pembelajaran kemampuan Bahasa Indonesia selama 1 tahun yang dibuktikan dengan sertifikat BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) dan pembelajaran sosial budaya, kecuali lulusan dokter umum Indonesia dan memiliki STR Indonesia
    5. Memiliki Surat Ijin/Persetujuan dari Pemerintah RI sesuai dengan kewenanganya, bila sudah diterima sebagai calon mahasiswa di UNAIR
  3. Tidak memiliki cacat tubuh atau ketunaan yang dapat mengganggu kelancaran studi, dengan bukti berupa Surat Keterangan dari Lembaga/Rumah Sakit Pemerintah berwenang dan masih berlaku.
  4. Memiliki Surat Keterangan Bebas NAPZA (Narkotik, Psikotropik dan Zat Additif lainnya) dari RSUD Dr. Soetomo atau Rumah Sakit Pemerintah lainnya, yang dibuat maksimal 3 (tiga) bulan terakhir.
  5. Memiliki Ijazah Sarjana Pendidikan Dokter dan Transkrip Akademik Sarjana Pendidikan Dokter, yang telah dilegalisir oleh Dekan Fakultas Kedokteran asal (tidak menerima konversi Indeks Prestasi Kumulatif).
  6. Memiliki Ijazah Pendidikan Profesi Dokter dan Transkrip Pendidikan Profesi Dokter, yang telah dilegalisir oleh Dekan Fakultas Kedokteran asal (tidak menerima konversi Indeks Prestasi Kumulatif).
    1. Bagi Calon Peserta PPDS, Lulusan Program Studi S1 Pendidikan Dokter yang menggunakan Kurikulum Non-KBK : telah lulus dokter minimal 1 (satu) tahun terhitung sejak dinyatakan lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) dengan menyertakan fotokopi tanda bukti kelulusan UKDI dan Surat Keterangan telah bekerja di Instansi Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit Pemerintah/Swasta atau Puskesmas) selama 1 (satu) tahun.
    2. Bagi Calon Peserta PPDS, Lulusan Program Studi S1 Pendidikan Dokter yang menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) harap melampirkan Surat Tanda Selesai Internship (STSI) yang diterbitkan oleh Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI) atau Surat Keterangan Selesai Internship (SKSI) yang diterbitkan oleh Provinsi.
  7. Bagi Calon Peserta PPDS yang telah melaksanakan PTT, wajib memiliki Fotokopi Surat Keputusan Pengangkatan dan Penempatan PTT serta Surat Keterangan Selesai Masa Bakti dari Kementerian Kesehatan.
  8. Bagi Calon Peserta PPDS yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), wajib melampirkan fotokopi Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bagi Calon Peserta PPDS yang berstatus sebagai Anggota TNI/POLRI, wajib melampirkan fotokopi Surat Perintah (Sprin) Pertama dan Surat Perintah (Sprin) terakhir.
  9. Memiliki Surat Persetujuan untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari atasan (bagi yang sedang bekerja).
  10. Memiliki Surat Rekomendasi dari Pengurus Daerah – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat yang menyatakan tidak pernah melakukan malpraktek atau melakukan pelanggaran Kode Etik Kedokteran Indonesia.
  11. Memiliki Surat Rekomendasi dari Pengurus Daerah – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk pindah ke IDI Surabaya apabila sudah diterima sebagai mahasiswa PPDS.
  12. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Dokter dari Konsil Kedokteran Indonesia yang masih berlaku (minimal 6 bulan sebelum habis masa berlakunya).
  13. Membuat Surat Pernyataan bersedia mematuhi semua peraturan yang berlaku di RSUD Dr. Soetomo, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Program Studi masing-masing.
  14. Membuat Surat Pernyataan bahwa selama menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) maupun setelah dinyatakan lulus sebagai dokter spesialis, bersedia ditugaskan di seluruh wilayah Indonesia, yang diketahui dan disetujui oleh orang tua/suami/istri.
  15. Memiliki Surat Persetujuan untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran UNAIR dari Orang tua/Suami/Isteri.
  16. Calon Peserta PPDS yang akan memperoleh Tugas Belajar dari Kementerian Kesehatan/ TNI/POLRI/Instansi Swasta, wajib memiliki Surat Keterangan bahwa Biaya Pendidikan (SOP & SP3) ditanggung Kementerian Kesehatan/TNI/POLRI/Instansi Swasta, yang menugaskan.
  17. Memiliki surat persetujuan/rekomendasi/penugasan dari instansi induk, sebagai berikut :
    1. Bagi calon peserta dari Kementerian Kesehatan dilampirkan surat persetujuan dari Dinas Kesehatan Propinsi setempat.
    2. Bagi calon peserta PPDS dari TNI/POLRI yang memperoleh Tugas Belajar dari Kementerian Pertahanan dengan melampirkan Surat Persetujuan dari Mabes TNI/Kepala Kepolisian Republik Indonesia (POLRI).
  18. Memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)/Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dari Kepolisian Resort Kota (Polresta) atau yang setingkat. Bagi Calon Peserta PPDS yang berasal dari TNI/POLRI, wajib memiliki Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dari kesatuan masing-masing yang telah dilegalisasi.
  19. Memiliki Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae.
  20. Memiliki surat pernyataan tidak aktif sebagai anggota partai politik, baik pada saat mendaftar maupun selama mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

B. PERSYARATAN KHUSUS 2017

  1. Berusia tidak lebih dari 35 tahun pada saat mulai Program Pendidikan Dokter Spesialis – PPDS (1 Januari untuk periode seleksi Semester Genap dan 1 Juli untuk periode seleksi Semester Gasal).
  2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Program Pendidikan Akademik Sarjana Kedokteran ≥2,25.
  3. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Program Pendidikan Profesi Dokter ≥ 2,75.
  4. Memiliki sertifikat ELPT dengan nilai ≥ 450 dari Pusat Bahasa Universitas Airlangga atau sertifikat TOEFL dengan nilai ≥ 450 dari lembaga yang diakui.
  5. Kesempatan mengikuti ujian seleksi prodi Ilmu Kesehatan THT-KL maksimal 3 kali.
  6. Memiliki Fungsi pendengaran kedua telinga normal, dengan melampirkan hasil tes audiogram.

KRITERIA CALON PESERTA PPDS PROGRAM AFIRMATIF (Salah Satu)

  1. Dokter yang pernah bertugas di daerah 3T (sesuai UU Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Dokter pasal 27 ayat 3, 4, 5) selama lebih dari 3 (tiga) tahun, yang dibuktikan dengan dokumen-dokumen pendukung berupa surat tugas dari instansi yang berwenang, atau
  2. Dokter Anggota TNI/POLRI yang memperoleh Tugas Belajar dari Pimpinan TNI/POLRI, atau
  3. Dokter Pegawai Negeri Sipil yang memperoleh Tugas Belajar dari Kementerian (Kementerian Kesehatan dan/atau Kementerian Ristek-Dikti), atau dari Walikota/Bupati/Gubernur dengan menyerahkan Surat Pernyataan dari yang bersangkutan bahwa bersedia kembali ke daerah asal atau ditempatkan di daerah yang belum memiliki Dokter Spesialis dari Prodi PPDS tersebut yang dibuktikan dengan akta notaris, atau
  4. Dokter Lulusan Program Pendidikan Akademik –Sarjana Kedokteran dan Program Pendidikan Profesi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Afirmasi hanya untuk persyaratan : (1) Usia, (2) IPK dan (3) Nilai ELPT/TOEFL, sedangkan yang lain wajib mengikuti ketentuan persyaratan yang ada (baik yang umum maupun yang khusus untuk masing-masing program studi) 2016
  1. Batasan usia maksimal tidak lebih dari 3 tahun sesuai persyaratan Program Studi PPDS yang diinginkan, kecuali Ilmu Kesehatan Mata,  Psikiatri, Radiologi dan Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi toleransi 2 tahun.
  2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Program Pendidikan Akademik – Sarjana Kedokteran > 2,25.
  3. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Program Pendidikan Profesi – Dokter > 2,50.
  4. Memiliki sertifikat ELPT dengan nilai ≥ 400 dari Pusat Bahasa Universitas Airlangga atau sertifikat TOEFL dengan nilai ≥ 400 dari lembaga yang diakui.
  • Komite Koordinasi Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga RSUD Dr. Soetomo, Surabaya
    Jl. Prof. Dr. Moestopo 47 Surabaya, telp. 031-5501543
  • Kantor Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Airlangga
    Gedung Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C Universitas Airlangga Mulyorejo Surabaya
    Telp. 031-5956009, 5956010, 5956013 Fax. 031-5956027

Tahap 2: Tes Potensi Akademik, Bahasa Inggris dan Tes Psikologi di Universitas Airlangga

Seluruh calon peserta didik yang mendaftar ke program studi manapun melaksanakan ujian tahap kedua di Universitas Airlangga. Tes psikologi dibagi menjadi dua gelombang sedangkan tes potensi akademik (TPA) serta bahasa inggris dilaksanakan bersamaan dengan menggunakan lembar jawaban komputer (LJK). Para calon peserta didik diwajibkan untuk membawa kelengkapan ujian antara lain kartu tanda peserta dan peralatan tulis (pensil 2B, karet penghapus, bolpoin, peraut pensil). Tes potensi akademik meliputi kemampuan verbal, numerik dan penalaran. Ujian bahasa inggris meliputi grammar/ structure dan reading test. Tes psikologi diadakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Tahap 3: Ujian di PS I.K T.H.T.K.L

Calon peserta didik kemudian mengikuti ujian di PS I.K T.H.T.K.L yang meliputi wawancara, tes keterampilan dan tes tulis sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Para guru besar dan staf melakukan wawancara kepada masing-masing calon peserta didik secara bergantian. Isi wawancara meliputi minat dan motivasi serta kognitif calon peserta didik, dukungan keluarga, dukungan institusi, pengalaman dan prestasi kerja. Tes keterampilan dilaksanakan di hari berikutnya yang meliputi teknik menjahit luka dengan berbagai jenisnya, knot tying dan parasintesis membran timpani. Tes tulis yang mencakup ilmu dasar I.K T.H.T.K.L berupa pilihan ganda dilaksanakan di hari ketiga.

Setelah semua tahap dilaksanakan, calon peserta didik menunggu hasil pengumuman sesuai jadwal pada website Universitas Airlangga.

Alur pendaftaran dan penerimaan calon PPDS I.K T.H.T.K.L

Pentunjuk pendaftaran online mandiri dapat di lihat atau didownload di link ini. 

 

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not spam in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty