DIVISI NEUROTOLOGI UNAIR

PROGRAM PENDIDIKAN PPDS

DIVISI NEUROTOLOGI

Kepala Divisi Neurotologi

 

  1. Haris Mayagung Ekorini, dr., Sp. T.H.T.K.L (K)

 

Staf Divisi Neurotologi

  1. Haris Mayagung Ekorini, dr., Sp. T.H.T.K.L (K)
  2. Prof. Dr. H.M.S. Wiyadi, dr., Sp.T.H.T.K.L.(K) FICS
  3. Dr. Nyilo Purnami, dr., Sp. T.H.T.K.L (K),FICS
  4. Artono, dr., Sp.T.H.T.K.L (K), FICS
  5. Rosydiah Rahmawati, dr., Sp. T.H.T.K.L

 

Tujuan Instruksional Umum :

Pada akhir masa studi divisi, PPDS diharapkan mampu menyimpulkan diagnosis dan menangani penderita dengan gangguan pendengaran dan gangguan keseimbangan dengan tepat dan benar.

 

Tujuan Instruksional Khusus :

Pada akhir masa studi divisi, PPDS mampu

  1. Mengetahui dan memahami anatomi, fisiologi pendengaran (konduksi, transduksi, transmisi, prosesing/sentral).
  2. Memahami patofisiologi dan mampu melakukan diagnosis dan tatalaksana gangguan pendengaran akibat kelainan telinga luar, tengah, dalam dan sentral, seperti :
    1. Atresia liang telinga, mikrotia
    2. Gangguan fungsi tuba, patolous tuba
    3. Infeksi (OMSK, labirintitis)
    4. Timpanosklerosis, Otosklerosis
    5. Proses sentral (CAPD)
    6. Vaskuler (sudden deafness, stroke)
    7. Gangguan pendengaran akibat bising (NIHL)
    8. Trauma (trauma kepala, trauma akustik, barotrauma)
    9. Degenerasi (presbikusis, multipel sklerosis)
    10. Imunologi (ALHL)
    11. Kongenital
    12. Tinitus
    13. Tumor (neuroma akustik)
    14. Ototoksik (golongan aminoglikosida, cisplatin, furosemid)
  3. Melakukan pemeriksaan dan menginterpretasi hasil pemeriksaan pendengaran dasar seperti otoskopi, tes penala, tes bisik, audiometri nada murni, audiometri nada tutur dan tes pendengaran pada anak (BOA, VRA, Play Audiometry).
  4. Melakukan dan menginterpretasi hasil pemeriksaan pendengaran khusus seperti akustik imitans, OAE, tes SISI, tes tone decay, refleks akustik decay.
  5. Mampu memeriksa dan menginterpretasi tes pendengaran yang advanced/lanjut seperti tes psikoakustik untuk tinitus, SAL (Sensorineural Acquity Level), BERA dan ASSR.
  6. Menjelaskan tehnologi amplifikasi (ABD, ALD, BAHA, Implan telinga).
  1. Mengetahui dan memahami anatomi, fisiologi sistem keseimbangan (vestibuler) perifer.
  2. Memahami patofisiologi dan mampu melakukan diagnosis dan tatalaksana gangguan keseimbangan (vestibuler) perifer, seperti :
  1. Infeksi (OMSK, labirintitis, neuritis vestibuler)
  2. Vaskuler (sudden vertigo ec sudden deafness, hipotensi ortostatik)
  3. Trauma (trauma kepala)
  4. Degenerasi (presbiastasis)
  5. Imunologi (Meniere’ deseases)
  6. Kongenital (vertigo pada anak)
  7. Tumor
  8. Ototoksik
  9. BPPV
  10. Superior canal dehiscence
  1. Mampu melakukan pemeriksaan dan menginterpretasi hasil pemeriksaan keseimbangan sederhana dan Schellong test untuk hipotensi ortostatik.
  2. Mampu melakukan dan menginterpretasi hasil pemeriksaan keseimbangan khusus seperti visual dinamic acuity,  head shaking test, head impuls test,  tes posisi untuk BPPV, terapi reposisi otolit, terapi rehabilitasi vestibuler.
  1. Mampu memeriksa dan menginterpretasi tes keseimbangan yang advanced/lanjut seperti ENG, posturografi.
  2. Mampu menginterpretasi secara terintegrasi seluruh hasil pemeriksaan neurotologi (pendengaran, keseimbangan perifer) serta menganalisisnya sehingga dapat mengelola pasien dengan optimal.

 

 

JADWAL SIKLUS

  1. Umum

Tahun I (Pradik) :  modul  neurotologi

  1. Khusus untuk divisi Neurotologi :

PPDS stase 2 kali siklus @ 2 bulan:

  • NO 1 : 2 bulan
  • NO 2 : 2 bulan
  1. Membuat karya ilmiah translate Bayley

 

MATERI PPDS NO 1

MATERI PENGAJAR
Pre test dr. Haris M Ekorini, SpTHT-KL(K)
Selayang pandang Audiologi
Tes Garpu Tala
Tes Bisik
Teori Praktek
Diskusi
Prof.Dr.dr. HMS Wiyadi, SpTHT-KL(K)

Timpanometri
Audiometri Nada Murni
Masking
Teori Praktek
Diskusi
dr. Haris M Ekorini, SpTHT-KL(K)

Audiometri Nada Murni
Masking
Audiometri Nada Tutur
Pem SISI Tone Decay
Teori Praktek
Diskusi
dr. Haris M Ekorini, SpTHT-KL(K)

Audiologi anak
Pemeriksaan OAE
Pemeriksaan BERA
Teori Praktek
Diskusi
dr. Haris M Ekorini, SpTHT-KL(K)

Pemeriksaan OAE skrining
Pemeriksaan AABR skrining
Teori Praktek
Diskusi
Dr. dr. Nyilo Purnami, SpTHT-KL(K)

Vestibuler

Teori Praktek
Diskusi
dr. Haris M Ekorini, SpTHT-KL(K)

Post test dr. Haris M Ekorini, SpTHT-KL(K)

 NO 2 (2 bulan)

  • Mengerjakan pasien dan tindakan (sesuai jumlah minimal)
  • Translate Bayley dan diskusi

 

TINGKAT KEMAMPUAN KETRAMPILAN KLINIS

No TINDAKAN TINGKAT KETRAMPILAN
1 2 3 4
1 Tes suara (voice test) / Tes berbisik        
2 Tes garpu tala        
3 Pemeriksaan audiometri nada murni dan masking        
  Tes SAL (Sensorineural Aquity Level) untuk dilema masking        
4 Pemeriksaan audiometri nada tutur dan masking        
  Pemeriksaan audiometri nada tutur dalam bising (SPIN)        
5 Pemeriksaan lokasi lesi : ABLB, SISI, Tone Decay        
6 Audiologi pediatri        
  Behavioural Observation Audiometry (BOA)        
  Visual Reinforcement Audiometry (VRA)        
  Play audiometry        
  Tes fungsi persepsi        
7 Tes timpanometri        
  Refleks akustik dan decay        
  Tes fungsi tuba        
8 Pemeriksaan OAE        
9 Pemeriksaan BERA        
10 Pemeriksaan ASSR        
11 Habilitasi dan rehabilitasi fungsi pendengaran        
12 Tes kalori (dengan air atau udara)        
13 Tes keseimbangan sederhana        
14 Tes posisi (Dix-Hallpike, side lying, roll test)        
15 Terapi reposisi otolit        
16 Terapi rehabilitasi vestibuler (VRT)        

 

Jumlah tindakan minimal PPDS untuk mencapai kompetensi Neurotologi

No TINDAKAN JUMLAH MINIMAL
1 Tes bisik 5
2 Tes Garpu Tala 5
3 Pemeriksaan Audiometri Nada Murni 20
4 Pemeriksaan Audiometri Nada Tutur 5
5 Pemeriksaan SISI dan Tone Decay 5
6 Pemeriksaan Timpanometri 20
7 Pemeriksaan Refleks Akustik Ipsi dan Kontralateral 3
8 Pemeriksaan Fungsi Tuba Eustachius 5
9 Pemeriksaan Refleks Akustik Decay 3
10 Pemeriksaan OAE skrining 15
11 Pemeriksaan BERA skrining 5
12 Pemeriksaan OAE diagnostik (supervisi) 3
13 Pemeriksaan BERA diagnostik (supervisi) 3
14 Pemeriksaan Keseimbangan Sederhana 7
15 Pemeriksaan Dix Hallpike 7
16 Reposisi untuk BPPV 7
17 Vestibular Rehabilitasi Therapy 5

 

BACAAN WAJIB

  1. Bailey BJ : Head and Neck Surgery Otolaryngology, J P Lippincot, Philadelphia, 2014
  2. Katz J, Chasin M, English K, Hood LJ, Tillery KL. Handbook of Clinical Audiology. Edisi 7. Wolter Kluwer: Philadelphia, 2015
  3. Jackler RK, Brackmann DE. Neurotology. Edisi 2.Elsevier Mosby. United States of America; 2005
  4. Lee K.J : Essential Otolaryngology Head and Neck Surgery, 8th ed, Mac Graw Hill, 2003
  5. Harker, L.A. Physiology of the vestibular system. In Otolaryngology Head and Neck Surgery. Edited by Cummings C.W. Second Edition. Mosby Year Book. 1987
  6. Stach B. Clinical audiology, 2nd New York: Delmar Cenggage learning; 2010
  7. Gelfand SA. Hearing an introduction to psychological and physiology acouistic, 5th London, 2010
  8. Herdman SJ. Vestibular Rehabilitation. 3ed. Philadelphia : FA Davis Company, 2000
  9. Goebel JA. Practical management of the dizzy patient. 2nd Philadelphia : Lippincot williams and wilkins, 2008
  10. Desmond A. Vestibular Function, Evaluation and Treatment. New York : Thieme Medical Publisher, 2004
  11. Bronstein A, Lempert T. Dizziness A Practical Approach to Diagnosis and Management. Cambridge University Press, 2007